Jumat, 26 Oktober 2007

Andalusia......Kini

Andalusia, atau semenanjung Iberia yang lebih dikenal dengan Spanyol dan Portugal saat ini, pernah menjadi simbol kejayaan Islam masa lalu. Sejak Islam memasuki Afrika Utara pada masa Khulafa Al-Rasyidin , kemudian Thariq Bin Ziyad tahun 711 M pada masa Daulah Umayyah , menyeberangi semenanjung Iberia, meruntuhkan satu persatu kerajaan2 Visigoth di pedalaman sebelah selatan Andalus. Bahkan dominasi Islam terus meluas dan berkembang pesat sejak masuknya Abdurrahman Al-Dakhil , pendiri Daulah Umayyah di Benua biru, yang sebelumnya berhasil luput dari maut pasca jatuhnya Damaskus ditangan Abasiah pada tahun 750 M dan meloloskan diri dalam penyamaran selama 6 tahun menuju Andalusia.

Kepemimpinan Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik Al-Dakhil sebagai Emir I dan berkuasa selama 23 tahun, oleh kalangan ahli sejarah, baik Islam maupun barat, dinilai paling berhasil karena pengaruhnya yang luar biasa dalam membangun sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya dan perkembangan ilmu pengetahuan yang amat mengagumkan. Kemajuan ekonomi dan stabilitas politik yang begitu kuat, membuat kerajaan-kerajaan di sekitarnya, seperti Asturia di belahan utara jadi khawatir dan rela menyatakan tunduk serta bersedia membayar jizyah demi mengamankan wilayah kekuasaannya agar tak bernasib buruk seperti kerajaan2 Visigoth yang lenyap ( kecuali Malaga ) pada saat Thariq bin Ziyad menaklukkan wilayah ini.

Perjanjian damai dengan Asturia memberi manfaat bagi kelangsungan hidup Daulah Islamiyah karena dapat dijadikan sebagai wilayah penyangga sekaligus benteng pertahanan bagi kemungkinan serangan musuh. Hal ini terbukti pada saat terjadi pertempuran dengan pasukan Charlemagne pada tahun 778 M di daerah Catalunia , Aragon dan Navarre , yang dikenal dengan sebutan Batle of Roncesvalles , musuh berhasil dipukul mundur dengan kemenangan yang gilang gemilang.

Keperkasaan dan kehebatan Al-Dakhil pada masa pemerintahannya, ternyata tak dapat diwarisi oleh para penerusnya. Pasca wafatnya sang Emir tahun 788 M, hampir setiap pergantian Emir selalu dibarengi dengan konflik perebutan kekuasaan yang mengarah pada perang saudara, kecuali pada masa Emir Abdurrahman III ( 912-961) yang merupakan puncak kebesaran dan kemegahan Daulah Umayyah. Kelemahan-kelemahan para penguasa Islam akibat sering timbulnya persaingan menduduki jabatan Emir akhirnya berhasil dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam, termasuk Asturia yang pernah menjalin persahabatan dan tunduk atas Daulah Umayyah, lambat laun berkembang menjadi Kerajaan Castile dan Aragon, yang pada tahun 1492, dibawah pimpinan Ferdinand (1452-1516) dan Isabell (1451-1504) berhasil mengikis habis kekuasaan Islam di Bumi Andalusia.

Tapi, tahukah apa yang sebenarnya menjadi faktor rapuhnya kekuasaan Islam di Andalusia?. Seperti disebutkan oleh Aly Bin Hazim (994-1064), seorang ahli filsafat dan sejarah Islam kelahiran Cordova yang di barat biasa disebut dengan Alhazem, dalam karyanya yang berjudul Naqtul Arrusi , mengatakan :

“Pada masa permulaan ( Daulah Umayyah di Damsik ) tidak ada seorangpun yang naik tahta menjabat Khalifah itu ibunya seorang sahaya, kecuali Yazid dan Ibrahim ibn Al-Walid. Pada masa Abasiyah tidak seorangpun yang naik tahta menjabat Khalifah itu ibunya berasal dari wanita merdeka, kecuali Al-Syafah, Al-Mahdi dan Al-Amin. Dan pada masa Daulah Umayah di Andalusia , tidak seorangpun diantara pejabat Khalifah (Emir) yang ibunya berasal dari wanita merdeka…”

Bila dalam lingkungan istana saja demikian adanya, bagaimana dengan kalangan pembesar yang lain?. Perkawinan campur dengan wanita setempat yang didapat dari tawanan perang itulah yang barangkali menjadi indikasi rapuhnya kekuasaan Islam yang sempat menghijaukan benua biru lebih dari 700 tahun (711-1492) !

Pesan Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim berkata:
“ pada mulanya setan memasuki manusia melalui lintasan pikiran yang lewat dalam benaknya. Lintasan pikiran it uterus berulang dan terngiang dalam kesadarannya, maka jadilah ia memori, ia mengalami proses pewujudan dan pembentukan , maka jadilah ia idea tau gagasan. Inilah tiga lapisan yang mendiami wilayah kesadaran akal. Jika engkau gagal menolak kehadiran setan pada tahap lintasan pikiran, maka akan lebih berat bagimu menolaknya ketika ia telah mewujud secara nyata dalam idea tau gagasan. Maka, turunlah setan ke wilayah yang lebih dalam pada kepribadianmu. Ia turun menjadi keyakinan. Jika engkau tak kuasa menolaknya di sini, maka ia akan turun lebih dalam dan menjadi kemauan. Jika engkau gagal menghadapikemauanmu sendiri, maka ia akan turun ke lapisan paling akhir dari wilayah hatimu, yaitu tekad. Inilah tiga lapisan yang membentuk wilayah hati seseorang. Di sini engkau tentu lebih sulit menolak kehadiran dan pengaruh setan. Sebab, setelah sampai di tepian tekad, ia segera melompat keluar dari diri anda, maka jadilah ia tindakan. Satu kali dua kali dia melakukannya, maka ia akan tertarik untuk melakukannya lagi. Maka, jadilah ia suatu kebiasaan. Dan jika kebiasaan itu berlangsung lama, maka terbentuklah ia menjadi karakter”.

Minggu, 02 September 2007

Makanan Haram? Takut! (QAWAT Juli 2007)

Assalamualaikum akhwat IC!
Gimana nih liburannya? Ahlan wa sahlan buat yang baru bergabung sebagai angkatan 13. Semoga kalian bisa betah berada di lingkungan IC ini. Insya Allah kalian gak rugi sekolah di IC!
Salah satu hal yang menyenangkan sewaktu liburan adalah bisa makan makanan yang enak, selain makanan yang biasa kita makan di kantin. Tul gak? Ngomong-ngomong tentang makanan, kalian tahu gak kalau makanan yang selama ini kita makan beberapa di antaranya rawan akan kehalalannya? Nah, pada edisi kali ini Qawat ingin membagi info tentang kehalalan makanan yang sering kita jumpai biar kita gak rugi dunia akhirat!

Makanan Halal? Harus itu!
Mungkin banyak diantara kita yang menyepelekan kehalalan makanan. Kenapa sih kita harus peduli sama makanan yang halal dan haram? Selagi enak, kenapa enggak? Tapi tau gak kalau apa yang kita makan itu ternyata haram, doa kita gak diterima selama 40 hari!! Rasulullah saw. bersabda, ”Wahai Saad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang doanya dikabulkan. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh jika
ada seorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal sholehnya selama 40 hari. Dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya.” (HR. At Thabrani)
Sayang kan kalau kita udah banyak berdoa tapi gak diterima oleh Allah cuma gara-gara makanan haram doang! Jadi sia-sia deh doa kita selama ini…
Yang Qawat tulis di bawah ini adalah beberapa makanan yang patut kita waspadai kehalalannya..

Black Forest
Siapa yang tidak kenal dengan makanan yang satu ini? Mm.. mungkin itu sudah menjadi salah satu menu wajib bagi sebagian kita yang berulang tahun. Tapi, tahu enggak kalau makanan ini sangat rawan kehalalannya?
Hampir semua black forest yang dijual di pasaran ternyata ditambahkan rum pada resepnya. Rum adalah salah satu jenis arak yang sudah umum untuk membuat cake dan kue (sus). Jadi sebenarnya tidak hanya kue black forest saja yang menggunakan rum. Bisa saja berupa kue sus atau pie buah. Padahal jelas bahwa rum adalah salah satu jenis minuman/arak yang diharamkan untuk dikonsumsi oleh kita. Sehingga semua
jenis makanan yang mengandung atau ditambahkan rum dalam resepnya menjadi tidak halal. Oleh karena itu sebelum kita membeli black forest, ada baiknya kita bertanya apakah menggunakan rum atau tidak.

Tiramisu
Pernah dengar tentang tiramisu? Tiramisu adalah suatu jenis makanan pencuci mulut (dessert) yang berasal dari Eropa, tepatnya dari negara Italia.
Tiramisu adalah cake berlapis atau cake sponge yang direndam dalam suatu jenis minuman keras dengan tambahan coklat dan custard. Jadi, kita harus berhati-hati jika akan mengkonsumsi dessert yang bernama tiramisu ini. Karena berdasarkan resep aslinya, pasti menggunakan suatu jenis minuman keras.

Miras Dalam Berbagai Bentuk
Jangan merasa aman dengan minuman ‘selain miras’ yang di pesan dari suatu restoran. Ternyata ada restoran yang memasukkan miras ke dalam minuman selain’miras’ lo... Hukumnya akan tetap HARAM. Ternyata beberapa restoran dan kafe juga menyediakan minuman kopi dan cokelat lengkap dengan campuran sedikit minuman beralkohol di dalamnya. Ada yang disebutkan secara terang-terangan di dalam menunya, ada pula yang tidak disebutkan. Variasi menu yang dihasilkannya juga cukup beragam dan bermacam-macam. Ada menu-menu yang berasal dari daerah tertentu, atau dikreasi oleh koki tertentu. Misalnya ada kopi capucino, expresso, dan sebagainya. Di beberapa kafe yang menawarkan minuman kopi, ternyata secara terselubung mereka gunakan juga campuran minuman keras tersebut tanpa diketahui konsumen. Jadi, jangan mudah terjebak oleh tampilan yang kelihatannya minuman halal, tapi ternyata tersembunyi sesuatu yang haram.

Penggunaan Arak dalam Masakan
Banyak kegunaan yang diharapkan dari arak. Para juru masak meyakini kalau daging yang direndam dalam arak akan menjadi empuk dan enak. Oleh karena itu daging yang akan dipanggang atau dimasak dalam bentuk teppanyaki seringkali direndam dalam arak. Selain itu arak juga menghasilkan aroma dan cita rasa yang khas, yang oleh para juru masak dianggap dapat mengundang selera. Aroma itu muncul pada saat masakan dipanggang, ditumis, digoreng, atau jenis masakan lainnya. Penggunaan arak atau minuman keras memang cukup banyak dalam berbagai masakan. Baik masakan asing, seperti masakan Cina, Jepang, dan Eropa, maupun masakan Indonesia sendiri seperti tumisan, mie, nasi goreng, dan sea food. Lihat aja saat koki membuat stir fry. Bila dia menambahkan sesuatu (cairan) dari botol yang langsung disambut kobaran nyala api berwarna merah di penggorengan, itu artinya yang ditambahkan adalah ang ciu.
Jenis arak yang digunakan dalam berbagai masakan itu bermacam-macam, ada arak putih (pek be ciu), arak merah (ang ciu), arak mie (kue lo ciu), arak
gentong, dan lain-lain. Sedangkan untuk masakan Jepang kita mengenal adanya mirin dan sake yang sering ditambahkan dalam menu mereka.
Penggunaan arak ini pun beragam, mulai dari restoran besar, restoran kecil bahkan warung-warung tenda yang buka di pinggir jalan!! Walah..
Nah, ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam membeli masakan.

Coklat Dibubuhi Minuman Keras
Qawat yakin hampir semua orang menyukai cokelat. Selama ini mungkin kita berpikir bahwa cokelat berasal dari biji cokelat (tanaman), sehingga otomatis halal. Siapa sangka ternyata ada juga yang ditambahkan minuman keras!
Ada beberapa jenis cokelat yang diimpor dari negara-negara Eropa yang dari ingredientnya terdapat berbagai jenis minuman keras. Misalnya untuk cokelat irish lickorize yang diproduksi dari Irlandia, terdapat brandy di dalamnya. Demikian juga dengan cokelat yang lain yang mengandung rum dan vodka.

Permen
Bagi anak IC, makan permen adalah salah satu cara untuk tetap melek di kelas. Setuju? Ternyata permen juga dapat dimasuki bahan-bahan haram loh.. Bila melihat dalam daftar bahan-bahan (ingredients), maka yang tercantum adalah nama-nama ilmiahnya. Banyak pintu masuk produk tidak halal dalam pembuatan permen. Misalnya penggunaan gelatin sebagai salah satu
bahan utama permen kenyal, seperti marshmallow. Dalam kandungan isinya, tidak dicantumkan apakan gelatin yang dimaksud itu gelatin sapi atau babi? Kalaupun gelatin sapi yang digunakan, apakah kehalalannya juga terjamin (sapi tersebut disembelih secara islami)?
Produk lain misalnya lesitin. Ada banyak jalan dalam membuat lesitin, walaupun secara komersial lesitin hanya berasal dari kacang kedelai. Lesitin yang biasanya diperoleh dengan cara ekstraksi kemudian bisa diperlakukan lebih lanjut dimana sebagian ada yang diproses dengan menggunakan enzim fosforilase A yang berasal dari hewan (statusnya syubhat karena tidak jelas hewannya apa dan cara penyembelihannya bagaimana).
Oleh karena itu kita harus menghindari produk pangan (hasil produsen industri besar) yang tidak ada label halalnya karena secara umum produk pangan itu menjadi syubhat.
Satu lagi, produk permen yang tidak ada label halalnya artinya kehalalanya tidak ada yang menjamin (dalam hal ini MUI). Oleh karena itu produk yang seperti ini harus dihindari karena permen termasuk yang cukup rawan kehalalannya.

Tepung dan Roti
Siapa mengira kalau tepung dan produk roti bisa menjadi tidak halal? Kenyataannya bisa. Dalam proses pembuatan roti, kadang ditambahkan dough conditioner yang melembutkan, megembangkan adonan dan memperpanjang umur simpan. Dough

conditioner ini berisi berbagai jenis bahan,
diantaranya L-sistein. Bahayanya, L-sistein yang paling murah dan sering ditambahkan adalah yang diekstrak dari rambut manusia! Masih dalam pembuatan roti, terkadang sebagian tepung gandum digantikan oleh protein yang diisolasi dari plasma darah (bovine plasma protein isolate) dengan tujuan membentuk karakteristik yang baik. Aditif ini dapat kita temui pada es krim dan cake sebagai pengemulsi, pada permen sebagai pembentuk tekstur, bahkan pada jus buah sebagai penjernih, dan lain sebagainya. Dan ternyata karena alasan efisiensi produksi, sekitar 90% produksi gelatin dunia adalah berasal dari jaringan kolagen babi.

Dampak Makanan Haram
Dalam sebuah hadits disebutkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. bersabda, ”Barangsiapa yang memperoleh harta dengan cara yang haram, kemudian ia shadaqahkan, maka tidak akan mendatangkan pahala, dan dosanya ditimpakan kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban). Ibnu Abbas ra. berkata, “Allah tidak menerima shalat seorang yang di dalam perutnya ada meski sedikit makanan yang haram.”
Maka hendaklah kita mengintrospeksi diri. Berapa banyak doa yang telah kita panjatkan, namun tak kunjung dikabulkan. Apakah kita telah makan makanan yang sesuai dengan ajaran agama kita?
Akhwat IC, maka jangan tergoda untuk mencicipi makanan yang ada di depanmu jika kamu tidak yakin

kehalalannya. Jangan sungkan untuk menolak secara halus makanan atau minuman pemberian seseorang bila kamu ragu kehalalannya. Insya Allah jika kamu menolaknya secara halus orang itu juga gak akan marah kok. Karena bagaimana pun hidup di dunia ini hanya sebentar. Bila kita mengisi perut kita ini dengan makanan haram, bagaimana dengan kehidupan akhirat nanti?
Agak berat ya, hehe… Yah, pada intinya Qawat ingin mengajak kita semua untuk berhati-hati dalam memilih makanan, karena makanan yang haram bisa berakibat buruk dunia akhirat.
Wassalamualaikum!

Dan Atid pun Menangis (II) (QAWAT Last edition from LIA)

Inilah QAWAT terakhir yang diterbitkan oleh DIORAMA ANDALUSIA 17, tapi jangan sedih dulu, masih ada QAWAT edisi depan yang diterbitkan oleh DIORAMA yang baru.

Pukul 12.00
Bel panjang berbunyi disusul gema suara azan,
dan seluruh umat manusia terhenti dari pekerjaannya.
Tuk menghadap Tuhannya,
Tuhan yang Maha Mulia, Tuhan yang Serbabisa.
Derap langkah kaki bergema sepanjang koridor,
bergaung, berlomba menuju Masjid,
tanda keikhlasan yang abadi dari seorang hamba kepada Tuannya.
Fulanah tidaklah berbeda.
Dengan tawa berderai, berjalan bersama teman-temannya.
Entah apa yang diperbincangkannya, mungkin hanya basa-basi belaka.
Melepas sepatu, menuju tempat wudhu.
Saling menyapa, masih dengan deraian tawa.
Bertanya tentang TB, seberapa sulitnya TB itu.
Tentu saja, dengan deraian tawa.
Menaiki tangga, memakai mukena.
Shalat, entah khusyuk atau tidak.
Yang jelas, selepas shalat Fulanah langsung mengobrol kembali dengan temannya.
Merencanakan sesuatu, entah apalah itu.
Berdua mengangguk tanda sepakat,
melipat mukena cepat-cepat.
Menuruni tangga, padahal ada yang sedang bertausyiah di depan mimbar.
Gelak tawa dan keributan terjadi saat turun tangga dan memakai sepatu.
Padahal ada yang sedang bertausyiah di depan mimbar.
Berdiri, bersiap-siap menuju kantin seakan-akan akan mengejar angin.
Padahal ada yang sedang bertausyiah di depan mimbar!
Dan Rakib pun bertanya, ”Inikah yang pantas menjadi khalifah, yang bahkan menghargai kawannya sendiri ia tak sudi? Jikalau cara menghormati sesamanya ia tidak tahu, apalagi menghargai semesta alam? Padahal manusia adalah khalifah yang bertugas memimpin peradaban di bumi.”
Atid terdiam, ia tidak sanggup berkata apa-apa.
Pukul 16.35
Murid mana yang tidak senang apabila tiba saatnya pulang?
Di kelasnya yang sedang berlangsung pelajaran terakhir,
Fulanah duduk dengan gelisah dan ketidaktenangan.
Melirik jam sesekali, mencolek temannya yang masih asyik menekuni buku Fisika.
Mengajak mengobrol, namun tak berhasil.
Membaca buku, tak konsentrasi.
Akhirnya, berdentanglah suara itu.
Wajah Fulanah mendadak ceria.
Memasukkan buku, membereskan alat tulis.
Bersenandung kecil, tanda keriangan hati.
Kembali menuju Masjid, tuk menunaikan ibadah Ashar.
Kali ini ia sempat berdoa, namun tidaklah lama.
Melipat mukena, merapikan jilbab sejenak di kaca.
Berlari-lari kecil menuruni tangga.
Menoleh ke kiri dan ke kanan, seakan-akan mencari sesuatu.
Memakai sepatu dengan cekatan, mengambil langkah seribu.
Terdengarlah panggilan untuk dirinya diumumkan dari Masjid.
Nyatanya, Fulanah tidak datang.
Ia malas, ingin segera balik ke asrama.
Tak tahulah Fulanah bahwa kedatangannya sangat dinantikan oleh teman-temannya.
Mereka sangat kecewa karena ketidakhadiran Fulanah.
Urusan mereka terhambat hanya karena Fulanah seorang.
Dan Rakib pun bertanya, ”Inikah yang pantas menjadi khalifah, yang memenuhi hak saudaranya ia tidak mampu? Bagaimana mungkin ia bisa memenuhi hak rakyat jika hal kecil seperti ini tak ia latih dengan baik?”
Atid terdiam, ia tidak sanggup berkata apa-apa.
Pukul 18.00
Maghrib datang menjelang.
Tampak baju shalat yang berwarna-warni.
Maha Suci Allah yang telah menciptakan begitu banyak warna, menyajikan keindahan yang tiada tara.
Fulanah tak kalah modis dengan bajunya.
Pas dan serasi benar dengan dirinya.
Namun ada yang janggal dari bajunya.
Ya, tetap menutup aurat.
Benar, masih dalam koridor kesopanan.
Tapi lihatlah, ketat benar bajunya.
Seakan-akan kekurangan bahan, seakan-akan ia ingin menunjukkan tubuhnya.
Lihatlah lagi, masih ada yang aneh dengan jilbabnya.
Memang menutup dada, namun gampang tersingkap. Menerawang pula.
Dan Rakib pun bertanya, ”Inikah yang pantas menjadi khalifah, yang untuk keamanannya sendiri ia malas memperhatikan?”
Atid terdiam, ia tidak sanggup berkata apa-apa.
Di Masjid, seperti biasa.
Shalat Maghrib berjamaah.
Bersama-sama merapatkan shaf,
tanda kesatuan umat dalam menghadapi tantangan hidup,
demi kejayaan Islam di waktu mendatang.
Bersama-sama mengikuti gerakan imam,
tanda ketundukan terhadap penguasa yang shaleh lagi bijaksana.
Bersama-sama sujud di hadapan Allah,
tanda penghambaan makhluk yang lemah lagi fana.
Bersama-sama mengucap salam ke kanan dan kiri,
tanda doa bagi sesama.
Bersama-sama melafalkan wirid,
tanda permohonan untuk kemudahan dunia-akhirat.
Tidak demikian adanya dengan Fulanah.
Setelah salam, ia ke shaf paling belakang.
Bukan demi kekhusyukan dalam berdoa.
Ternyata ia berkumpul dan mengobrol dengan teman-temannya yang lain.
Mengganggu kenikmatan berdoa orang lain. Mengganggu sekali.
Tapi mereka tidak sadar,
atau malah jangan-jangan memang sengaja tidak menyadarinya?
Bahwa berdoa butuh ketenangan susana.
Bahwa berdoa butuh konsentrasi dan kesungguhan hati.
Namun mereka tetap saja mengobrol!
Dan Rakib pun bertanya, ”Inikah yang pantas menjadi khalifah, yang dalam sehari telah menyepelekan Tuhannya berkali-kali?” gusar sekali kedengarannya.
Kemudian, Rakib melanjutkan, ”Bahwa ia tidak menyadari, ada yang lebih berkuasa di atas mereka.”
”Mereka manusia, Rakib, tidakkah dirimu ingat bahwa manusia punya sifat lupa dan salah?” Atid berbicara setelah sekian lama.
”Lupa? Lupa? Seberapa lupakah mereka kepada Tuhannya yang begitu mengasihinya sampai-sampai untuk berterima kasih saja mereka lupa?Bersyukur saja mereka lupa! Tidakkah kau bayangkan, betapa tidak berterimakasihnya makhluk yang bernama manusia itu? Pantaskah mereka menjadi khalifah, kutanya? Pantas tidak?”
Atid terdiam, ia tidak sanggup berkata apa-apa.
Pukul 00.00
Kabut mulai turun di Insan Cendekia.
Wajah malam menampakkan dirinya yang gelap dan dingin.
Angin berhembus, menghajar pepohonan yang tegak berdiri.
Hiruk pikuk suasana siang hari,
telah terganti oleh redup dunia yang menenangkan jiwa.
Sayup terdengar helaan nafas dari segenap penjuru.
Hampa terasa, sunyi suasana.
”Atid temanku, marilah kita ambil hikmah dari perjalanan kita kali ini. Jawablah pertanyaanku, janganlah engkau diam saja seperti itu. Ingatkah kau, mengapa dulu kita beramai-ramai menyembah Adam, sang manusia pertama?” tanya Rakib.
”Ah Rakib, tentu saja kutahu. karena mereka bisa menyebutkan segala sesuatu yang kita tidak mengerti. Mereka diberi kepandaian oleh Allah untuk mengetahui segala sesuatu, sedangkan kita tidak. Kepandaian itu diperlukan untuk menangkap ilmu, sedangkan ilmu itu diperlukan untuk menjadi seorang khalifah.”
”Benarkah perkiraanku, bahwa sekiranya khalifah itu harus pintar?”
”Ya, harus. Bagaimana ia mau memimpin jika ia tidak pintar?”
”Benarkah perkiraanku, bahwa sekiranya khalifah itu adalah orang yang menaati perintah Allah dan mengingat-Nya setiap saat?”
”Benar, tidak ada keraguan tentang perkara itu.”
”Mengapa Allah memilih makhluk yang pandai tapi tidak tunduk sepenuhnya kepada-Nya?”
”Maksudmu?”
”Ya. Tidakkah kau melihat, Atid. Di sekolah yang penuh dengan orang-orang yang pintar ini, mereka belajar agama, tapi tidak mengamalkannya. Mereka mengetahui perintah yang termaktub dalam Al-Qur’an tapi tidak mengindahkannya. Mereka berkata bahwa mereka tidak bisa menyebut satu per satu pemberian Sang Khaliq tapi jarang mengingat-Nya dalam sanubari mereka. Mereka tahu kalau perbuatan mereka salah tapi mereka tetap melakukan, seakan-akan Tuhan mereka buta-tuli. Mereka berkata ingin memajukan agama mereka tapi mereka tidak khusyuk dalam shalat dan doanya serta gampang menyepelekan sesuatu.”
Atid terdiam.
”Bagaimana Atid temanku? Apa yang terjadi pada mereka sehingga mereka bisa seperti ini?”
”Mereka seharusnya dapat mendekatkan mereka kepada Allah. Semakin banyak ilmu yang mereka raih, semakin pula seharusnya mereka menyadari tanda-tanda kekuasaan Allah yang tiada terbilang. Semakin pula mereka menyadari bahwa diri mereka adalah fana, suatu ketidakabadian yang nyata. Semakin pula mereka bertambah tunduk kepada-Nya.”
Atid tergugu sejenak.
Angin berhembus kencang.
”Sayangnya mereka tidak menyadari hal itu,” Atid melanjutkan.
Kabut semakin menebal.
”Mereka tidak menyadarinya.”
Dan gerimis pun menghujam.
”Sungguh mereka tidak menyadarinya.”
Hela napas Fulanah terdengar.
”Mereka hanyalah makhluk yang tidak sadar akan dirinya sendiri.”
Dan Atid pun menangis.

Insan Cendekia, 17 Agustus 2006 - 17 Agustus 2007
.: Diorama Andalusia 17 :.

Bau Badan? Hmm…(QAWAT edisi ke-36)

Assalamualaikum akhwat IC!
Makin dicintai dengan menjaga kebersihan..
Gimana nih kabar akhwat IC semua? mudah-mudahan selalu dalam lindungan-Nya, amin…
Gak kerasa, sebentar lagi kita merayakan hari kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Huaa… kalo ingat tanggal ini, pasti Qawat jadi terharu sendiri. Soalnya, pada tanggal itu pulalah redaksi Qawat bakal berubah susunannya karena pergantian pengurus OSIS. Nah, kalo udah gitu, pasti bawaannya mau nostalgia terus. Ingat pembuatan Qawat yang udah hampir setahun menemani kalian mengarungi kehidupan di IC (hehehe…), suka dukanya juga. Tapi kebanyakan sukanya sih, apalagi kalo akhwat IC yang baca tuh sumringah dan senang. Hmm… ada kepuasan tersendiri gitu, gak sia-sia mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membuat selembar Qawat yang (seringkali) pada akhirnya digeletakkan begitu aja.

Sekilas tentang Bau Badan
Sesuai dengan tujuan Qawat yaitu menghadirkan solusi bagi akhwat IC, edisi Qawat kali ini bakal membahas tentang gimana cara menjaga kebersihan tubuh kita. Secara kita siswi IC gitu… dengan segudang aktivitas kadang kita agak sedikit mengabaikan kebersihan tubuh kita, terutama masalah yang paling sensitif bagi remaja seumuran kita yaitu aroma badan kita. karena dengan beragam aktivitas yang kita lakukan dari pagi sampai sore membuat tubuh kita mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Berbahagialah karena kita yang hidup di daerah tropis seperti Indonesia. Setiap hari kita bisa menikmati sinar matahari. Hal ini belum tentu bisa dinikmati oleh mereka yang hidup di belahan lain bumi ini. Namun, berbagai kenikmatan itu ternyata juga menimbulkan masalah lain. Sinar mentari bisa membakar kulit kita, panas udara membuat tubuh berkeringat dan gak jarang menyisakan bau badan. Bagaikan hukum alam, pada saat udara panas, tubuh kita menyesuaikan diri dengan menaikkan suhu. Kenaikan suhu tubuh biasanya diikuti munculnya keringat, yang otomatis dikeluarkan tubuh. Sebagai pelembab alami, keringat keluar dari kelenjar yang ada di seluruh tubuh sebagai pelindung.
Dalam keadaan sehat, manusia akan berkeringat bila melakukan aktivitas. Ini wajar. Namun, bila manusia sakit, kelenjar ini tidak akan berfungsi normal, misalnya, muncul keringat berlebihan saat demam atau stres. Masalah keringat menjadi gak wajar bila keluar berlebihan disertai bau tak sedap.
Untuk itu kita memerlukan beberapa jurus jitu untuk mengatasinya. Sebagai bonusnya Qawat kali ini akan menjelaskan penyebab bau badan, dan juga pentingnya menjaga kebersihan badan. Jadi kita bisa bikin diri kita makin pede menghadapi hari-hari kita. Sehingga sekeliling kita merasa nyaman dan betah berlama-lama bila berada di dekat kita. Selain itu hal ini juga merupakan bagian dari ajaran Islam yaitu bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman! Jadi kalo imannya mau makin sempurna, ayo kita sama-sama menjaga kebersihan tubuh kita.

Penyebab Bau Badan
Setiap manusia memiliki dua macam kelenjar yang berfungsi mengeluarkan keringat, yaitu kelenjar eccrine dan kelenjar aprocine. Kelenjar eccrine sudah ada sejak kita dilahirkan, dan tersebar di seluruh tubuh, berfungsi untuk mengatur suhu tubuh. Sedangkan kelenjar aprocine baru muncul setelah masa pubertas dan berkembang seiring pertumbuhan usia. Kelenjar aprocine lebih aktif berproduksi, gak hanya saat udara panas tetapi menjadi amat peka terhadap berbagai perubahan tubuh, misalnya stres, emosi berlebihan, serta tekanan darah gak normal (terlalu tinggi atau terlalu rendah).
Selain itu, perubahan hormonal seperti saat menstruasi atau mengandung, juga dapat menyebabkan kelenjar aprocine menjadi aktif. Pada wanita, kelenjar ini lebih banyak dijumpai, dan akan mengeluarkan cairan saat ada pemacu.
Semula, keringat gak berasa dan berbau. Tetapi, karena tanpa disadari kulit kita tertempeli jutaan bakteri, maka akan tercampur keringat yang keluar. Inilah yang menyebabkan bau badan saat berkeringat. Selain faktor luar, faktor intern juga mempengaruhi aroma keringat. Terlalu banyak mengonsumsi cabai, merica, bawang putih, dan minuman beralkohol, potensial menimbulkan bau badan.

Pentingnya Kebersihan
Disadari atau tidak, tubuh kita amat mudah terkena kotoran. Akibat tuntutan kesibukan, memaksa kita melakukan aneka aktivitas seperti bepergian, bertemu banyak orang, dan melakukan hal-hal lain yang sering mengurangi kebersihan tubuh kita. Mengurangi kesibukan bukan cara yang tepat untuk melindungi tubuh kita. Karena itu rawat dan lindungi tubuh dengan cara yang tepat.
Meski tubuh kita sudah dibekali dengan kekebalan secara alami, tetapi itu saja tidak cukup bila tidak diikuti usaha menjaga kesehatan, di antaranya menjaga kebersihan seluruh tubuh.
Cara membersihkan tubuh sesungguhnya sederhana. Mandi. Awali menjaga kebersihan tubuh dengan mandi sehari dua kali secara benar. Adakalanya, karena dikejar waktu, cara mandi pun asal-asalan. Asal basah dan bau sabun, dan belum semua kotoran larut dan terbuang. Padahal, agar kotoran larut, kita hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk menggosok bagian-bagian tubuh yang sering berkeringat dan berdaki.
Pada setiap persendian, sering luput dari perhatian. Padahal saat beraktivitas, persendian bergerak, kotoran menumpuk, dan di situlah biasanya berkumpul kelenjar keringat. Setelah tiap bagian digosok hingga tak berdaki, usap seluruh tubuh dengan waslap atau handuk kecil yang sudah dibasahi. Kemudian, baru bersabun sesuai jenis kulit kita. Amat dianjurkan menggunakan sabun yang mengandung antiseptik atau sabun kesehatan, terutama setelah bepergian dan beraktivitas di daerah kotor dan berdebu.
Sehabis mandi, keringkan tubuh dengan handuk yang menyerap air, lalu bubuhkan deodoran atau antiperspiran. Deodoran berfungsi menghilangkan bau badan, karena mengandung zat-zat kimia yang dapat membunuh bakteri atau kuman penyebab bau badan. Biasanya, deodoran mengandung wewangian dan dapat bertahan selama enam jam setelah dioleskan pada tubuh. Sedangkan antiperspiran yang tidak berbau wangi, berfungsi menghambat produksi keringat sehingga daerah yang yang diolesi akan tetap kering. Kini mudah ditemukan deodoran dan antiperspiran di pasaran. Bahkan banyak yang menggabungkan keduanya. Kita pun mudah memilih jenis yang paling sesuai keinginan, seperti stick, roll on, spray, krim atau bedak tabur (talk). Setelah itu, jangan lupa bubuhkan body lotion agar kelembaban kulit terjaga.
Jadi, meski gak bisa mencegah keluarnya keringat, minimal kita bisa menghindari bau badan yang mungkin timbul. Bagaimanapun juga bau badan berlebihan menyebabkan kita menjadi tidak pede. Beberapa orang, meski berpenampilan rapi dan menarik, sering dijauhi hanya karena bau badan.
Adakalanya seseorang gak sadar jika badannya berbau. Dalam lingkup pergaulan luas, hal ini dapat mengganggu. Jika menjumpai hal demikan, kita dapat memberitahukan secara sopan dan hati-hati pada yang bersangkutan (karena ini masalah peka). Misalnya dengan mengatakan, "Untuk alam tropis di kathulistiwa ini, sebaiknya kita gunakan deodoran lho, agar keringat gak bau.” “Aku pakai merek ini, kamu pakai apa? Mau coba punyaku?". Atau bila belum mempan, cara berikut bisa dicoba. Bungkus bedak tabur yang berfungsi sebagai deodoran, tuliskan pesan singkat seperti "...dipakai ya...salam manis. Teman yang memperhatikanmu". Kemudian masukkan ke dalam tasnya. Tentu aja ini dilakukan saat orang itu gak memperhatikan.
Hmm… boleh juga tuh dicoba caranya! Siapa tahu, ternyata teman kita itu tahu ia mempunyai masalah dengan bau badan tapi malu untuk mengungkapkannya.
Semoga bermanfaat!
Wassalamualaikum!








Intermezzo Sesaat
Dosa yang Lebih Hebat dari Berzina
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa as
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam, "Silakan masuk.” Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa terkejut.
"Saya takut mengatakannya," jawab wanita cantik.
"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa.
Maka perempuan itu pun terpatah bercerita, "Saya… telah berzina."
Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya… cekik lehernya sampai… tewas,” ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik, "Perempuan bejat, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!" teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus ke mana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa ke mana lagi kaki-kakinya. Bila seorang nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?"
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?"
"Ada!" jawab Jibril dengan tegas.
"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.
"Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.”
Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusyuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 Kisah Teladan oleh KH Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadits Nabi saw disebutkan: “Orang yang meninggalkan shalat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.”
Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat sehingga terlewat waktu, kemudian ia meng-qada-nya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah 80 tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqamah. (sumber: internet)

Carilah Ilmu Tuk Menemukan-Nya (QAWAT edisi ke-35)

Assalamualaikum akhwat IC!
Alhamdulillah, gak terasa minggu ini kita LPJ-an lagi! Hehehe… yang diinget LPJ aja sih! Yaa, abis mau gimana lagi, emang kehidupan Imtaq kan gak jauh-jauh dari LPJ sama mengerjakan proker (emangnya Imtaq doang yang kayak begini?), termasuk bikin Qawat buat akhwat IC semua!
Udah banyak tugas belum? Depresi gak? Frustasi gak? Matrikulasinya buat anak kelas X gimana? “Gampang” banget ya? Hehehe… dinikmati aja deh! Yaa, namanya juga hidup, emang gini kali takdir kita, berkutat seputar buku, TB, (buat redaksi Qawat) deadline, dan LPJ! Aaarrrggghhh… pusing!
Nah, daripada pusing-pusing gak jelas, gimana kalo kita bareng-bareng menikmati edisi Qawat yang kali ini? Insya Allah, tokcer deh mengobati rasa jenuh akhwat IC! Kali ini, Qawat dibuat khusus oleh kakak kalian dari Morganaxis yang baru lulus itu, lo! Selamat menikmati!

Saat ini, ilmu pengetahuan begitu maju dan banyak sekali kebesaran Allah yang begitu nyata di mata kita..
Sudah banyak buku yang mengulas tentang mukjizat Al-Qur’an yang terbukti di abad 21 ini..
Ada teori Big Bang, Expanding Universe, tiga kegelapan di dunia rahim, adanya dua jenis arus yang berbeda (seakan ada dinding pembatas) di selat Gibraltar, bentuk nebula mawar merah, dan masih banyak lagi..
Melalui belajar di sekolah yang sudah kita selami bertahun-tahun, kita jadi tahu bagaimana metabolisme tubuh, tumbuhan berfotosintesis, bentuk sel-sel,
kecepatan cahaya, teori gravitasi, gerak partikel, ilmu sosial, dan lain sebagainya..
Kita tentu sudah banyak tahu tentang ini..
Tapi, apakah hanya sekedar tahu?
Kita tahu tapi sering kali tidak sadar..

Saat ini ilmu pengetahuan begitu cepat berkembang seakan mencari titik ujung dan banyak sekali kebesaran Allah yang begitu nyata di mata kita..
Namun, dari bermilyar-milyar manusia saat ini hanya sedikit yang sadar akan kehadiran dan kesempurnaan-Nya..
Banyak manusia yang punya mata tapi tidak melihat,
punya telinga tapi tidak dapat mendengar tanda-tanda kekuasaan-Nya,
punya hati tapi tidak tafakur,
punya akal tapi tidak berfikir...
Mereka itu lebih sesat dari binatang sekalipun...
begitulah jika rasionalitas membatasi nurani kita sebagai makhluk..
Adakah itu diri kita?
Jika saja Rasulullah saw melihat keadaan kita saat ini, tentu ia akan heran, kecewa, dan bersedih..

Kawan,
apapun yang kau pelajari saat ini termasuk fisika atau biologi (yang mungkin sering kau hindari) adalah bukti keagungan-Nya..
Apakah tidak kau perhatikan luasnya semesta yang diameternya kurang lebih 2000 juta tahun cahaya?
Berapakah kecepatan cahaya, kawan? Sungguh kau kan tertunduk begitu menyadari luasnya semesta yang Dia ciptakan untukmu..
Sampai-sampai otakmu pecah, tak sanggup membayangkan betapa luasnya alam raya..
Lalu, untuk apakah Dia ciptakan ini semua untukmu?
Untuk apa? Padahal kau jarang ingat pada-Nya..

Apakah kau tak sadari ukuran atom sepermilyar cm kecilnya?
Begitu kecil namun begitu sempurna dan kompleks..
Buku-buku kimia seakan tak habis membahas dunia mikro kasat mata ini..
Begitu banyak unsur, senyawa, dan teori-teori lainnya..
tangan siapakah dibalik ini semua?

Apakah kau tak perhatikan proses gerak tubuhmu?
Begitu rumit, bayangkan!
Bahkan kau tak pernah sadari bagaimana jantungmu berdetak
Bagaimana aliran darahmu membawa oksigen meninggalkan paru-parumu yang lemah
Kau tak pernah menyuruh lambungmu mencerna tiap rizki yang tlah Dia beri
Semuanya begitu saja terjadi
Tapi kau tak pernah berpikir
Tangan siapakah di balik itu semua?

Kawan,
apakah kini kau belum juga pahami bahwa Dia Maha Mengawasi tiap makhluk-Nya
bahkan Dia tahu walau sebutir debu yang terbang atau sehelai daun yang gugur?

Duhai hati,
sekeras apakah dirimu hingga tidak memperhatikannya?
Tidak takutkah engkau dengan segala kuasa-Nya?
Maka mengapa engkau sombong?
Apakah kau hendak mengambil selendang-Nya?
Siapakah engkau duhai diriku?
Bahkan sebanyak apapun kau beramal
tak akan sanggup membalas nikmat satu bola mata ini?

Maka perbanyaklah tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir karena Sang Pencipta sangat mencintaimu
ketika engkau mengucapkan kalimat itu.

Segala sesuatu tak pernah lepas dari pengawasan dan pengaturan-Nya
maka sadarilah setiap yang kau lakukan akan dimintai tanggung jawabnya

Kawan,
Jika kau sedang belajar di sekolah
maka sama saja engkau sedang mencari Allah..
Berkat sekolah, kau tahu bahwa ada Allah di detak nadimu
Berkat gurumu, kau jadi tahu kebesaran-Nya yang tak terkira
Kebesaran yang tidak pernah dilihat Rasulullah saw dan para sahabat di zamannya
Bayangkan ketika Rasulullah saw menangis hingga membasahi sajadahnya
karena begitu takjub akan keagungan-Nya
Maka bagaimana jika ia hidup di zaman kita?
Akan sepanjang apakah sujudnya?
Akan sederas apa tangisnya?
Lihatlah dirimu
Yang bahkan melihat matahari dan rembulan dengan tatapan kosong
Tak mengerti, tak membaca ayat-Nya
Sungguh bukan matamu yang buta,
Tetapi mata hatimu di dalam dada

Kawan sekali lagi sadarilah
Jika kau sedang belajar di sekolah
maka sama saja engkau sedang mencari Allah...
jika seseorang sudah yakin bahwa Allah adalah satu-satunya tujuan dan cintanya
maka tak peduli berapa pun nilai ulangan yang ia dapatkan
apa pun hasilnya
selama dia menemukan Allah dalam ilmu yang dicarinya
dan ilmu itu bermanfaat bagi makhluk-Nya yang lain
maka dia tidak akan kecewa dan akan tetap berbahagia
Cukuplah Allah baginya..
Bagi hidupnya..
Maka berikhtiarlah,
carilah ilmu untuk menemukan-Nya...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rasulullah saw bersabda:
Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu di dalamnya,
maka Allah akan menuntunnya menuju jalan di antara jalan-jalan menuju surga.
Dan sesungguhnya para malaikat akan mengepakkan sayap-sayap mereka
untuk sang penuntut ilmu karena ridho (terhadap apa yang ia perbuat).
Dan sesungguhnya orang yang berilmu itu
akan dimohonkan ampun oleh seluruh penghuni langit dan bumi serta ikan-akan di perut laut.
Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu
bila dibandingkan dengan seorang ahli ibadah
adalah bagaikan bulan di malam purnama
atas seluruh bintang-bintang di angkasa.
Sesungguhnya para ahli ilmu adalah pewaris para nabi.
Dan sesungguhnya para nabi itu
tidak mewariskan dinar dan juga dirham,
akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu semata.
Maka barangsiapa yang mengambilnya,
sejatinya telah mengambil bagian yang banyak.
(HR. Imam Ahmad dan Ashab As-Sunan)

Allah swt berfirman:
Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu.
(Q.S. Ar-Rad 2)

Yurisa Nurhidayati
Jumadil Akhir 1428 H

Sekian dulu, ya! Cheer up your day!
Wassalamualaikum!

Tak Kasat Mata (QAWAT edisi ke-32)

Assalamualaikum akhwat IC!
Alhamdulillah, sebentar lagi UAS! Lo, kok malah senang sih sama UAS? Ya iyalah, ngapain juga kita merasa sedih kala UAS menjelang? Hehehe… UAS kan materinya banyak, seluruh pelajaran di semester dua diujikan. Hmm, setahu Qawat sih, kalo kita menghadapi sesuatu yang susah terus kita gak dengan senang hati menjalaninya, wah itu sih sama aja mempersulit diri sendiri, Neng! Hidup itu kan udah susah, udah tahu susah ngapain kita bikin susah lagi, iya kan? Akhirnya nanti kita sendiri yang kesusahan!

Nah, buat menghibur akhwat IC yang lagi pemanasan buat UAS, Qawat emang sengaja mencoba tampilan baru buat artikel. Yang biasanya full, dua kolom padat berisi satu halaman, sekarang mau melonggarkan sedikit ruangnya. Tapi isinya sama beratnya (iya apa?). Hehehe… bercanda! Pokoknya, Qawat edisi kali ini betul-betul ditujukan buat refreshing! Supaya akhwat IC gak pusing buat belajar dan semangat buat mengejar ketertinggalan nilai TB! You go gals! Ayo, semangat ya! And enjoy this article.

Setiap hari...
Kita dihadapkan pada situasi yang padat dengan aktivitas.
Belajar di sekolah. Kepantiaan. Tugas yang menumpuk.
Mungkin Cuma beberapa tujuan dari jutaan langkah kaki yang kita ayunkan setiap hari.
Mendengarkan ilmu, dibagi cerita oleh teman, diperdengarkan sumpah serapah yang tak pantas dari teman.
Barangkali hanya secuplik dari tugas telinga yang tak pernah tertutup lubangnya.
Berpendapat, saling bertukar obrolan garing, ghibah dengan sejumlah kawan.
Bisa jadi hanyalah sedikit dari gerak bibir yang tak kuasa berhenti.

Namun...
Berapa banyak dari jutaan langkah kaki, waktu untuk mendengar, dan gerakan bibir kita bermanfaat bagi orang lain?
Banyak?
Sedikit?
Atau nol besar?

Ingatkah?
Sebuah hadits Rasulullah.
Bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain?
Bukan karena kepintarannya, kecantikannya, atau kekayaannya.
Ya, tapi hanya karena kegunaannya dalam bermasyarakat.
Apakah ia seseorang yang ringan tangan dan dermawan.
Atau ia hanya dianggap sebagai sampah masyarakat, parasit tak tahu diri.

Menolong...
Bukan barang asing bagi kita.
Barangkali, sudah berulang kali kita menolong teman di saat-saat yang genting.
Di sisi lain, kita pernah ditolong orang lain.
Yang jasanya tidak mungkin kita lupakan seumur hidup.
Atau tidak mampu kita membalas budi baiknya.

Tapi...
Berapa kali kita pernah menolong orang dan orang yang kita tolong tidak mengetahui siapa yang menolongnya?

Kawan...
Pernahkah mendengar kisah Rasululullah dengan perempuan peminta-minta?
Perempuan itu sudah tua dan fakir serta buta.
Pekerjaannya menjadi peminta-minta di depan pasar.
Rasululullah menyuapi dia dengan kasih sayang.
Padahal, wanita tua itu sering menyumpahi Rasululullah dengan perkataan buruk.
Tanpa tahu bahwa orang yang disumpahinya itu justru orang yang paling perhatian akan dirinya.
Setelah Rasululullah wafat, para sahabat berkumpul dan berbagai tugas untuk menjalankan wasiat yang ditinggalkannya.
Salah seorang sahabat ditugasi untuk menyuapi si perempuan tua.
Ketika disuapi, perempuan tua itu melepehnya.
Dan ia tahu bahwa orang yang menyuapinya kini telah diganti.
Sambil marah-marah ia bertanya ke mana perginya orang yang bisa menyuapinya.
Orang itu begitu lembut, ia menghaluskan makanan sebelum disuapkannya ke dalam mulutnya.
Sahabat berkata bahwa yang menyuapinya adalah Rasululullah.
Dan kini ia telah tiada.

Subhanallah...
Itulah kebaikan yang benar-benar tulus mengharap ridha Allah.
Tanpa mengharapkan pujian dan sikap baik dari orang yang ditolong.
Pernahkah kita berbuat seperti ini?

Kawan...
Ternyata, kita masih sering mengakui amalan terpuji kita kepada orang lain.
Ternyata, kita masih suka menyebut-nyebut jasa kita di masa lalu.

Padahal...
Perbuatan seperti itu malah membuka lebar pintu riya’.
Dan setiap amalan yang disisipi riya’, tidak akan berharga di sisi Allah.

Padahal...
Kita hanya makhluk Allah yang tidak mempunyai daya.
Kita hanya makhluk Allah yang tidak pantas menyebut kebaikan yang kita lakukan.
Sebab kebaikan yang kita lakukan, semata-mata hanya kehendak Allah yang mengizinkan kita untuk melakukan perbuatan baik tersebut.

Bersama...
Kita belajar demi kebaikan diri.
Untuk tidak menyebutkan budi baik kepada orang lain.
Untuk menyembunyikan amalan baik kita.
Untuk menutup pintu riya’ dalam hati kita.
Untuk melakukan amalan baik, semata-mata karena Allah Azza Wa Jalla.

Agar...
Setiap ayunan langkah kaki kita tidak sia-sia.
Setiap patah kata yang didengar tidak terbuang percuma.
Setiap gerak bibir kita menjadi berkah.

Insya Allah...
Kita mengalami peningkatan diri.
Kita menjadi bermanfaat bagi orang lain.
Serta menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi.
Dari waktu ke waktu.
Melintasi masa hingga penghabisan waktu.

Wassalamualaikum!




Intermezzo Sesaat

Tujuh Penyakit Wanita
Berdasarkan sebuah survei, beberapa penyakit yang sering dan biasanya dialami oleh wanita....

1. Nangisuitis
Akibat terlalu sensitif. Gejalanya bibir cemberut, mata kedip-kedip. Efek sampingnya mata bengkak, saputangan banjir, hidung meler, bawaannya ngurung diri atau terkena penyakit Curhatitis A. Penyakit ini bisa diobati dengan obat Tegaridol, OBH (Obat Berhati Hamba).

2. Curhatitis
Bawaannya pengen nyerocos.
Efek samping rahasia orang bisa bocor, terkena Nangisuitis.
Penyakit ini bisa diarahkan positif jika ia bercuhatitisnya ke orang yang tepat, apalagi sama Tuhan.

3. Shopping Syndrome
Gejalanya pengen jalan mulu, mata melotot.
Efek sampingnya lidah ngiler, mulut nganga, dompet jadi tipis. Jika sudah masuk stadium empat (parah banget) dompet cowoknya ikut tipis. Coba minum Hematcold atau tablet PD (Pengendalian Diri).

4. Cerewetisme
Lebih parah dari Curhatitis B, tidak mengandung titik koma.
Efek samping muncrat, telinga tetangga budek, dada cowoknya bisa jadi lebih halus karena sering mengelus. Lebih baik segera makan pil Dengar dan minum tablet Bicara Lebih Diperlambat.

5. Lamanian Dandanitositis
Pengennya diem depan cermin. Tangan kiri gatel-gatel pengen pegang sisir, tangan kanan kram-kram pengen teplok-teplok pipi pake bedak.
Efek samping menor, telat, cowoknya berkarat, gak kebagian makanan.Minum segera Sari Bawak (Bagi Waktu) dan Taperi (Tambah percaya diri). Buat cowok minum Toleransikipil 230 sendok sehari sesudah dan sebelum mandi.

6. Cemburunotomy
Gejala muka lonjong, tangan mengepal, alis menukik.
Coba cegah dengan obat sirup Prasangka baik tiga sendok sehari, pil Pengertian dan tablet Selidiki Dahulu.

7. Ngambekilation
Gejala hampir sama dengan Cemburubotomy.
Minum Sabaron dan Bersyukurinis. (sumber: internet, dengan perubahan)